Gerakan Feminisme Untuk Mencapai Kesetaraan Gender

Gerakan Feminisme Untuk Mencapai Kesetaraan Gender – Hallo hallo siapa nih yang suka bilang kalau perempuan itu lemah, wahh asumsi seperti itu harus segara dihilangkan ya sobat, karena jika terus dibiarkan maka akan mengakibatkan ketidakadilan gender yang kerap terjadi di berbagai lingkungan.

Jenis-jenis kekerasan berbasis gender

Gerakan Feminisme Untuk Mencapai Kesetaraan Gender – Memang tak bisa dipungkiri bahwa banyak yang sering membeda-bedakan gender antara perempuan dan laki-laki, dan sering kali perempuan dianggap lemah, tidak berdaya, pasrah dan menjadi objek seksual. Tidak menutup kemungkinan bahwa hal tersebut tentu akan mengancam martabat perempuan yang akan mengarah pada berbagai jenis kekerasan berbasis gender. Lalu, apa saja jenis-jenis kekerasan berbasis gender? Nah di sini mimin akan mengulas semuanya .

  1. Kekerasan seksual

Kekerasan seksual merupakan tindak pemaksaan pada lawan jenis demi memenuhi nafsunya, dan sering kali perempuanlah yang menjadi korban. Berbicara mengenai gender tentu tidak akan terlepas dari permasalahan-permasalahan yang melibatkan seks. Contohnya dalam berpacaran sering kali terjadi tindak pemerkosaan terhadap perempuan, terjadinya perbudakan seksual yang dilakukan majikan terhadap pembantunya, dan masih banyak lagi.

  1. Kekerasan fisik (non-verbal)

Tanpa kita sadari, disekitar kita sering terjadi tindak kekerasan terutama yang melibatkan fisik. Kekerasan fisik banyak terjadi di lingkungan keluarga atau rumah tangga, masyarakat dan sekolah. Hal ini tidak bisa disembunyikan karena dalam kekerasan fisik tentu akan menimbulkan bekas/luka atau lebam/memar dan rasa sakit. Contoh kekerasan fisik yang sering terjadi adalah seorang suami yang melakukan KDRT (memukul istrinya), bullying yang dilakukan oleh sekelompok pemuda dan biasanya yang menjadi korban adalah perempuan.

  1. Kekerasan mental (verbal)

Jika ada kekerasan fisik (non-verbal), tentunya ada kekerasan mental (vebal). Berbeda dengan kekerasan fisik yang bisa dengan mudah terlihat seperti bekas/luka atau lebam/memar, kekerasan mental justru tidak sepenuhnya terlihat, efeknya akan menimbulkan trauma pada korban. Contohnya banyak yang berasumsi bahwa perempuan itu tidak usah sekolah tinggi-tinggi karena tugas perempuan hanyalah di dapur dan mengurus anak. Asumsi tersebut terdengar sederhana namun jika dibiarkan terus-menerus maka akan menimbulkan rasa tidak percaya diri pada korban, korban pun akan merasa sedih, tidak berarti dan menganggap dirinya tidak berguna. Contoh lain adalah orang tua yang selalu membeda-bedakan antara anak perempuan dan laki-laki.

  1. Kekerasan ekonomi dan sosial/budaya

Kekerasan yang mengakibatkan kemiskinan dan pemaksaan kehendak, ini juga banyak terjadi di masyarakat. Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah suami yang menelantarkan istri dan anak-anaknya, seorang pacar yang memaksa pasangannya untuk terus mengeluarkan uang disertai dengan ancaman, seorang anak yang dipaksa menikah demi melunasi hutang.

STOP Diskriminasi Gender

Gerakan Feminisme Untuk Mencapai Kesetaraan Gender – Gerakan fenimisme merupakan suatu gerakan perempuan demi memperjuangkan emansipasi atau persamaan hak kedudukan antara laki-laki dan perempuan. Gender bukanlah hal yang harus diperdebatkan dan perempuan bukanlah objek mainan bagi laki-laki. Akhiri diskriminasi gender dengan memberikan kesempatan kepada perempuan, contohnya memberikan kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin. Hilangkan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan baik di lingkungan keluarga, kerja, sekolah, maupun masyarakat, baik di ranah publik maupun pribadi. Berikan edukasi tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan disemua tingkat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.